Guilding Block Pembantu Tunanetra di Trotoar Kota Semarang

Guilding Block Pembantu Tunanetra di Trotoar Kota Semarang | Guiding block atau ubin pemandu di trotoar Kota Semarang adalah jalur khusus berwarna putih aluminium yang dirancang dengan pola tekstur menonjol untuk membantu navigasi penyandang disabilitas tunanetra. Keberadaannya sangat penting untuk menciptakan ruang publik yang inklusif dan aman. 

Fungsi dan Jenis Guiding Block

Fasilitas ini memiliki dua pola utama dengan fungsi yang berbeda: 

  • Pola Garis (Jalur Pemandu): Tekstur menonjol berbentuk batang atau garis lurus berfungsi sebagai petunjuk arah agar pejalan kaki terus berjalan lurus menuju tujuan, seperti halte atau pintu masuk bangunan.
  • Pola Titik (Peringatan): Tekstur menonjol berbentuk lingkaran atau titik-titik berfungsi sebagai tanda peringatan bagi penyandang disabilitas untuk berhenti atau berhati-hati, misalnya di persimpangan jalan, perubahan arah, atau di tepi peron. 

Warna kuning dipilih karena kontras dengan ubin lain dan masih dapat ditangkap samar oleh penyandang tunanetra yang memiliki sedikit penglihatan (low vision). 

Implementasi di Kota Semarang

Pemerintah Kota Semarang telah mengimplementasikan guiding block di beberapa trotoar utama dan fasilitas publik. Jalur ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi tunanetra. 

Meskipun demikian, terdapat beberapa evaluasi dan sorotan terkait kondisi di lapangan:

  • Kondisi Trotoar: Beberapa laporan menyebutkan bahwa sebagian trotoar di Kota Semarang masih belum sepenuhnya ramah difabel, dengan adanya hambatan seperti lubang atau besi pembatas yang menyulitkan.
  • Perawatan dan Penggunaan: Penting untuk menjaga agar jalur pemandu ini tidak terhalang oleh sepeda motor, gerobak, atau benda lainnya, karena kondisi ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan pengguna kehilangan arah atau celaka.
  • Fasilitas Pendukung: Beberapa studi menunjukkan bahwa penyediaan guiding block saja belum cukup, karena idealnya perlu dilengkapi dengan rambu penanda lain seperti peta penunjuk arah yang dapat diakses oleh tunanetra. 

Kesuksesan fungsi guiding block sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk tidak menghalangi jalur tersebut dan pemeliharaan rutin oleh pihak terkait untuk memastikan trotoar tetap aman dan fungsional bagi semua pejalan kaki, terutama penyandang disabilitas. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *