Bollard pembatas trotoar di Kota Solo, seperti di kota lain, berfungsi utama sebagai tiang pengaman untuk mencegah kendaraan bermotor naik ke trotoar, memastikan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki, serta memperindah estetika kota dengan berbagai desain, termasuk model antik atau modern, seringkali terbuat dari besi cor untuk kekuatan. Penggunaan bollard ini penting untuk menegakkan aturan larangan melintas/parkir di trotoar, menciptakan ruang publik yang lebih inklusif.
Fungsi Utama Bollard
- Pembatas Fisik: Menghalangi motor, mobil, gerobak, atau kendaraan lain masuk ke area trotoar.
- Keamanan Pejalan Kaki: Melindungi warga dari risiko kecelakaan di trotoar.
- Estetika Kota: Menambah nilai keindahan dan dekorasi ruang publik.
Desain dan Material
- Model Beragam: Ada model klasik (bola, tiang sederhana), antik (dengan ornamen), hingga modern.
- Material Kuat: Umumnya dari besi cor (cast iron) atau baja agar kokoh.
Penerapan di Solo (Contoh Umum)
- Titik Rawan: Dipasang di sepanjang trotoar jalan-jalan utama, terutama di area publik seperti pusat kota, dekat fasilitas umum, atau di lokasi yang sering dilanggar pengendara.
- Contoh Lokasi (Berdasarkan Keterkaitan dengan Solo): Trotoar di area sekitar Balaikota, Gladak, atau Jalan Slamet Riyadi, meskipun detail penempatan spesifik bisa dicek di Dinas Perhubungan atau Dinas Pekerjaan Umum setempat.
Di Mana Menemukan dan Melihatnya
- Anda bisa melihat langsung bollard ini di berbagai ruas jalan utama di Kota Solo yang telah direvitalisasi.
- Pemasok produk bollard juga sering menyebut “Kota Surakarta” atau “Solo” sebagai salah satu wilayah yang membutuhkan produk mereka.











Leave a Reply